Minggu, 21 Agustus 2022

Support Sistem Terbaik Adalah Diri Sendiri

Pernah gak ngerasa berjuang sendiri?.Pernah gak merasa di saat kamu down tidak ada yang menengok bahkan memberikanmu support sistem?. Selamat!. Kamu termasuk orang kuat!. Kaarena orang yang terbiasa sendirian dalam memecahkan masalah hidupnya. Nanti tidak akan kaget jika menemukan masalah baru yang menghampirinya. Beda dengan orang yang biasa di support sejak awal oleh banyak orang. Entah itu support dari segi finansial,kemudian support tenaga,support dalam bentuk menyemangati. Lalu bagaimana dengan support sistem para jomblo?. Hey,bangun hey!!. Jomblo itu addalah quality time buaat ningkatin performa lo apalagi kalau lu maasih muda dan seger. Manfaatin waktu itu buat Bentuk baadan lu misalnya,atau olaharaga,bela diri,kembangin skill-skill yang nantinya bermanfaat digunakan saat kamu bekerja. Jangan kamu habiskan quality time kamu dengan mager,min game dan meratapi nasib lu yang jomblo ngenes.  

Gambar dibawah ini adalah permisalan ketika kamu sendiri dan belum sukses atau belum memiliki karya apapun. Dan gambaran saat kamu sukses dan memiliki banyak karya bagus di hidupmu. 

Mereka tidak perduli seberapa keras kamu berjuang sendirian,yang mereka fikirkan hanyalah kamu sukses dan memiliki karya yang terkenal dan bagus. Tidak ada orang yang benar-benar memberimu semangat dari awal kamu sendiriaan berjuang bukan?. Kalaupun benar ada. Kamu jaga baik-baik orang tersebut,misalnya ada keluarga,pacar,ataupun istri/suami yang benar-benar mensupport kamu benar-benar dari titik terendah. Jangan sia-siakna. Karena makhluk langka seperti itu tidak akan datang dua kali.

Jadi buat kalian yang berjuang untuk keseuksesan,hargai proses yang ada. selama berproses,jangan mengharapkan support dari orang yang bahkan tidak memperdulikan apa yang ingin kamu kembangkan dan lakukan dalam prosesmu.. Jika kamu rasa menghambat prosesmu tinggalkan saja,apalagi kalau masih berstatus pacar. Jangan biarkan mimpi besarmu terhalang karena sesorang yang bahkan tidak mengerti akan mimpimu. 

Share:

Minggu, 14 Agustus 2022

Agar Tak Kecewa Kurangi Ekspektasi Terhadap Manusia

Mungkin teman-teman yang baca artikel ini sering berharap kepada sesama manusia?. Atau malah sangat sering?. Seorang Imam Syafi'i saja pernah dibuat kecewa oleh seorang manusia. Sehingga terciptalah Quote mutiara yang paling familiar di telinga kita yang berbunyi : "Aku Pernah Merasakan Pahitnya Hidup dan Yang Paling Pahit adalah Beraharap Kepada Manusia."  Seorang sahabat nabi seperti Imam Syafi'i pun yang memiliki landasan agama yang kuat ternyata pernah mengharap perhatian atau pernah berharap kepada sesama manusia-nya. Tentunya setiap orang pasti pernah berharap kepada sesama manusia juga. Tidak salah sebenarnya berharap kepada manusia. Yang salah adalah ketika kita mengharapkan diberikan feedback(balasan) saat kita sudah berusaha berbuat baik kepada manusia yang kita harapkan tersebut sehingga menimbulkan ekspektasi berlebih. Dan ketika hal yang tidak kita inginkan terjadi. Duar..... Seketika hati kamu yang berharap tersebut akan hancur lebur karena manusia lain. 

Banyak contoh nyata di kehidupan sehari-hari kita tentang berekspektasi berlebih ini. Dan jika kita tidak siap untuk menerima kenyataan. Bisa-bisa mental menjadi down,stress,bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya karena ekspektasinya terhadap manusia yang diharapkan tidak sesuai dengan apa yang difikirkan atau di inginkan. Lantas siapa yang salah?. Orang yang kita harapkan tersebut?. Tidak!!. Mereka hanya mengikuti keinginan mereka. Dan mereka tidak peduli dengan keinginanmu. Seandainya dia memberimu kata-kata maaf. Dia hanya iba kepadamu,kasihan kepadamu!!. Karena sebagai manusia normal pasti kamu juga gak tegaan bukan kalau menyakiti hati seseorang?.  Alasan mereka menolakmu karena pada dasarnya dia tidak menginginkanmu. Dia mencari alibi agar kamu merasa bersalah atas apa yang kamu perbuat. Begitulah kadang manusia. Mengklaim dirinya tidak salah. Padahal mereka taanpaa sadar menyakiti hati seseorang yang berharap kepadanya.

Sadar gak sih?. Kadang Tuhan ngejauhin kamu dari orang-orang yang nggak baik buat kamu itu kayak otomatis aja gitu. Tuhan udah ngode lewat perasaan tidak nyamanmu. Atau kadang Tuhan ngode dengan kamu mendengar atau melihat secara langsung keburukanya di depanmu. Namun kadang manusia tidak menghiraukan kode-kode dari Tuhan tersebut. Kadang Manusia ngeyel,dan susah dibilangin. Padahal itu sebuah pertanda kalau kamu disayang Tuhan. Akhirnya apa yang  terjadi?  Kecewa bukan?. Sudah pasti!!. Dia(Tuhan) hanya tidak ingin hamba kesayangan nya berharap dengan Manusia. Dan Ia hanya ingin kita berharap Kepada-Nya. 

Berharap boleh-boleh saja kepada manusia. Tapi jangan terlalu menumpukan harapan kepada sesama manusia. Karena nanti kamu akan merasa kecewa sendiri jika ekspektasi mu terhadap manusia yang kamu harapkan tidak sesuai dengan harapanmu. Be carefull! Harapanmu itu bisa menghancurkan dirimu sendiri. 



Share:

Rabu, 03 Agustus 2022

Memilih Pasangan Hidup Itu?

Di Usia Hampir Kepala 3 Apakah Sebuah Aib Belum Menikah?

Di umur yang sudah menginjak hampir kepala 3 ini. Mungkin tak asing bagi kita ditanya kapan nikah?. Kok si B udaha nikah,kamu belum,Si C udh punya anak tuh kamu masak belum nikah nikah?. Mau nunggu sampe kapan sendiri terus meluk guling gitu ungkap teman-temanku yang sudah menikah.  Rasanya diriku sudah bosan dengan pertanyaan yang sangat familiar di kupingku itu.

Apakah tidak menikah di usia 25 keatas itu sebuah aib?. Tapi memang begitu lah realita di sekitar kita. Padahal orang luar negeri banyak yang sampai umur 40 pun masih tetap melajang. Kita tidak tahu alasan apa yang membuat mereka melajang. Padahal harta mungkin udah banyak. Finansial sudah pasti aman. Kalau orang biasa seperti kita pasti mikir "Ni orang udah banyak duit mubzir banget gak nikah". Hey! kalian fikir nikah itu cuma tentang finansial yang stabil dan kamu tinggal dengan pasanganmu?. Tidak brother, Menikah itu menyatukan dua kepala yang sangat berbeda dari segi watak,karakter,profesi,dan latar belakang keluarga juga. Jadi kaliaan fikir itu mudaah untuk distukan dengan instan?. Kurasa tidak. Perlu saling mengenal terlebih dahulu. Bagaimana keluarganya,bagaimana keseharianya,bagaimana sifatnya terhadap orang lain. Tidak bisa asal pilih dan harus yang benar-benar pilihan yang terbaik dari yang terbaik. 

Tapi sekarang ini katanya lagi ngetrend nih ta'aruf?. Memang ta'aruf udah ada sejak zaman nabi dahulu. Namun konsep Ta'aruf di zaman modern ini sepertinya rada berbeda. Banyak juga jasa biro jodoh yang menyediakan calon mempelai yang dirahasiakan identitas dan wajahnya. Lantas bagaimana cara mengenal calon lebih dalam?. Konon katanya si biro jodoh ini memfasilitasi 2 insan yang ingin serius ber Ta'aruf untuk bertemu namun dengan syarat harus membayar sejumlah uang ke biro jasa Ta'aruf tersebut. Dan kebanyakan yang mencari jodoh tersebut adalah para pekerja yang usianya diatas 30. Jadi apa salah biro jodoh tersebut?. Menurutku sih salah,karena mereka memanfaatkan kecnggihan teknologi untuk meraup keuntungan.. itu salahnya. Namun aku tidak tahu betul bagaimana hukumnya jika ada orang yang merasa diuntungkan dengan adanya biro Ta'aruf ini. Karena aku bukaan ahli agama. Dan pengetahuan ku masih awam tentang itu.

Yah,semua kembali ke pilihan masing-masing. Kalau Ta'aruf dari jalur keluarga mungkin aku lebih memaklumi. Tapi bukankah dijodoh jodohkan dengan orang yang tidak kamu sukai dan belum pernah kamu temui bahkan belum kamu ketahui wataknya,keluarganya tentunya akan menjadi sangat annoying jika tiba-tiba memilih keputusan untuk menikah. 

Pemilih bukan berarti nggak mau nikah bukan?

Dibilang pemilih,iya aku seorang yang cukup pemilih terutama masalah jodoh. Apakah salah menjadi pemilih?. Nggak juga kan!!. Wajar bukan menjadi pemilih untuk memilih partner seumur hidup?. Beruntunglah mereka,karena sudah mendapatkan pasangan yang tepat dan dalam waktu yang cepat pula. Bukankah datangnya jodoh itu tak seperti balapan MotoGP?. Apa yang tercepat yang bakal menjadi pemenangnya?. Belum Tentu!!. banyak kok yang cepat nikah tapai cerai. Bukanya saya pesimis untuk nikah cepat-cepat. Tapi ada banyak pertimbangan yang menumpuk di kepalaku. Entah itu dari segi kecocokan,nyambung tidaknya saat ngobrol,keluaarganya welcome tidak  denganku. Dan beberapa hal lainya. 

Jadi,mungkin pilihan yang tepat untuk mendatangkan jodoh yang tepat adalah. jangan terlalu mengejar cinta manusia. Pantaskan diri,perbaiki diri,dan beribadah kepada tuhan. Kelak nanti jodoh katanya akan datang sesuai dengan kualitas diri kalian. Bisa jadi lebih baik,bisa juga malah sebaliknya. jadi tinggal bagaimana kesiapan kita untuk menjemput jodoh tersebut. Apakah kita tetap stuck dengan diri kita yang dulu,ataukah kita ingin meningkatkan kualitas diri dan berubah menjadi lebih baik lagi sehingga yang datang juga insyaallah lebih baik. Bukan begitu?.

Share: